BOOK THEME : REVIEW BUKU

Saya meminta maaf telah lama hiatus menulis blog ini. Dikarenakan selesainya tugas baik dari kuliah dan tempat les berakhir di awal Januari. Sekarang saya sudah free sepenuhnya, semoga di bulan ini saya mampu menggenapkan resolusi atau keinginan saya terhadap blog ini.
Bulan ini ada beberapa hal yang ingin saya tuangkan ke dalam blog ini. Pertama saya akan mereview buku yang saya baca saat September 2018 - Januari 2019. Ada tiga buku yang saya baca, dua buku di antaranya adalah dua buku wajib dibaca untuk mendalami mata kuliah Sejarah al-Qur’an dan sisanya buku pinjaman dari guru saya sewaktu aliyah.
Okay~ Let’s get start it !!!

Buku pertama adalah buku karangan Taufik Adnan Amal, “Rekontruksi Sejarah al-Qur’an”.

First impression saya adalah “Wow~ buku ini sangat sangat sangat menjawab hampir semua pertanyaan saya tentang al-Qur’an. Saya merasa sangat sangat sangat merekomendasikan kalian buku setebal 484 halaman ini (halaman termasuk data informasi buku, kata pengantar, daftar pustaka, indeks, dan biografi penulis). Saya sangat bersyukur jika saat menjadi mahasiswa Ilmu al-Qur’an dan Tafsir di semester 3 kemarin saya meng’khatam’kan buku ini. Sebenarnya menyelesaikan buku ini adalah kewajiban tapi ini kewajiban yang sangat sangat sangat saya senangi dan saya merasa bersyukur mendapat kewajiban tersebut.

Buku ini benar-benar mengupas sejarah al-Qur’an yang dimulai dari latar kesejarahan bangsa Arab sampai kesarjanaan Barat dan al-Qur’an. Artinya buku ingin mengupas sejarah sebelum, sedang, dan sesudahnya al-Qur’an. Buku ini menurut saya lebih condong ke arah kemantapan informasi karena saya merasa agak rumit menelan semua informasi dari bab-bab yang disuguhkan ‘saking’ sangat lengkap buku yang saya pegang ini.
Pengalaman selama membaca buku ini, saya menemukan beberapa kosa kata baru dalam konteks sejarah. Jadi saya tanpa sadar diharuskan memahami makna tersebut alias mencari kosa kata yang dimaksud. Buku ini tidak ada gambar atau foto di dalamnya, hanya terdapat tabel dan tulisan saja. Buku penerbit PT Pustaka Alvabet Jakarta ini memiliki pembatas halaman buku jadi sangat mudah menandakan halaman yang terakhir kita baca.
Menurut saya buku ini cocok untuk kalangan akademis karena di dalamnya terdapat  kosa kata yang lumayan membuat otak berpikir, banyaknya perbedaan data-data yang disuguhkan, dan banyaknya tokoh yang menghiasi sepanjang tulisan buku tersebut. Saya yakin sekali bahwa membaca buku ini sangat sangat sangat membuat kita jadi lebih mencintai al-Qur’an lagi dan lagi karena melihat romantika sederet sejarah yang diberikan pada buku ini seakan kita terbawa untuk “Ayo kita jaga al-Qur’an!!!”
✨✨✨
Buku kedua adalah buku yang ditulis oleh Prof. Dr. M.M. al-A’zami berjudul “Sejarah Teks Al-Qur’an: Dari Wahyu Sampai Kompilasi| Kajian Perbandingan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru”

Saya sangat merekomendasikan buku ini bagi setiap kalangan baik akademis maupun non akademis dikarenakan pembawaan buku ini lebih ringan dari buku “Rekontruksi Sejarah al-Qur’an”. Buku penerbit Gema Insani Depok yang saya miliki ini bersampul hard cover dan saya yakin buku ini jauh lebih awet dari buku saya yang poin pertama meskipun buku ini tidak memiliki pembatas halaman buku.

Review jujur saya pada buku ini adalah ‘fabulous’. Saya sangat mudah dan cepat menelan satu per satu informasi yang tertulis terlebih lagi saya juga sangat mudah memahaminya. Buku ini memiliki 398 halaman (termasuk daftar pustaka dan biografi penulis, tidak termasuk halaman data informasi buku, kata pengantar, dan daftar isi) jadi bisa disimpulkan buku ini memiliki 400-an halaman.
Kata kakak tingkat saya yang bermukim di Darus Sunnah Pisangan Ciputat bahwa Prof. Dr. M.M. al-A’zami adalah teman dari pemilik pondoknya yakni KH. Mustofa Ya’qub (Bapak Hadis Indonesia). Rata-rata mahasiswa Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta khususnya jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir dan juusan Ilmu Hadis sangat kenal dan menghormati KH. Mustofa Ya’qub sekaligus mengagumi beliau dan santri-santri didikannya. Saya lupa beliau adalah teman atau guru dari KH. Mustofa Ya’qub. Saya jadi semakin menyukai buku ini karena informasi penulisnya sangat membuat saya jauh lebih kagum dari yang saya duga. Beliau berada di level hebatnya KH. Mustofa Ya’qub tapi beliau memberikan kemudahan penulisan tiap halaman yang beliau tulis agar semua kalangan paham dengan sejarah kitab sucinya.
Buku ini juga menyuguhkan informasi tambahan yang tidak dimiliki buku sebelumnya yaitu sejarah kitab-kitab suci biblikal. Buku ini menginginkan pembaca juga mendalami sejarah kitab suci selain al-Qur’an. Buku ini dilengkapi dengan gambar yang melengkapi data yang diberikan. Saya jadi mudah terbawa arus dari bacaan yang saya nikmati ini seakan saya sangat dibawa ke dimensi masa lalu ‘saking’ buku ini sangat mudah dibaca.
Saya merasa sangat bersyukur dengan kewajiban membaca buku ini untuk mumpuni dalam mata kuliah Sejarah al-Qur’an. Saya bisa membaca karya orang hebat dan karena buku ini saya menjadi lebih terdorong untuk “Kau bisa juga menulis buku rumit dengan bahasa yang mudah untuk semua kalangan !!!”
✨✨✨
Buku yang ketiga adalah karya Bahaudin Mudhary dengan judul Mencermati Hakikat Diri: Sebuah Kajian Metafisika
Buku ini adalah milik guru aliyah saya, beliau spesialkan peminjaman buku ini untuk saya baca. Buku ini sangat tipis kisaran 84 halaman hanya untuk isi bukunya. Mungkin kalau ditotalkan dengan lembaran yang lain seperti data informasi buku dan lain-lain, halamannya menjadi ±90-an halaman.
(Sumber foto dari https://s0.bukalapak.com/img/0316492742/w-1000/IMG_20180330_102329_scaled.jpg)

Buku ini sangat ringan sekali untuk dibaca di kalangan pelajar dengan background pengetahuan ilmu pengetahuan dan agama. Informasi yang disuguhkan mudah sekali dicerna meskipun ada beberapa istilah ilmu pengetahuan alam yang dituliskan. Dalam buku Bahauddin ini kita diajak mengarungi perjalanan hidup yang sejati dan untuk sekelas buku yang terbit kisaran tahun 2000-2002 patut untuk menjadi buku pijakan awal memahami eksistensi metafisika kita di zaman yang belum secanggih sekarang dalam bidang literasi dan iptek.
Memang tidak ada salahnya untuk menelan ilmu yang termaktub di buku tersebut, buku ini harus memasuki alam bawah sadar karena informasi yang sebagai first step haruslah diteliti dan ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang baru dan berkembang di setiap zaman yang kita pijak. Saya sangat menikmati setiap lembarnya :)

Nantikan review buku selanjutnya dan saya menerima saran buku yang harus saya baca atau review :)
Salam literasi dan membaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah