SLICE OF LIFE THEME: Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal TMII
Tepat pada tanggal 26 Oktober 2018 benar-benar menjadi sebuah hari kehormatan bagi seorang mahasiswi miskin ilmu ini dan jauh dari kata cerdas. Memang hari itu bisa dikatakan terlihat sepele tapi tidak bagiku. Jauh sebelum tanggal yang dinantikan, Ibu Kepala Jurusan mengirim pesan whatsapp kepadaku bahwa apakah aku berkenan hadir pada acara diskusi yang diadakan oleh LPMQ. Terlintas satu pertanyaan dalam batinku, “Mengapa harus saya bu ? Saya baru semester tiga dan saya bukan alumni pondok pesantren. Apa berhak saya menjadi perwakilan dari Ushuluddin UIN Jakarta ?”
Aku pun menerima tawaran acara diskusi LPMQ itu dan alasan beliau mengajakku ke acara tersebut adalah bahwa aku paham dengan bidang editting video. Padahal aku tidak sehebat itu bu tapi saya tertarik dan sadar bahwa kesempatan ini hanya sekali dalam seumur hidup. Aku yakin 100% menerimanya tanpa merendahkan diri dengan fakta yang ada.
Sesampainya disana aku terkejut bukan main. Ternyata yang aku hadiri adalah rapat peluncuran dan pembedahan short video karya LPMQ yang di dalamnya terdapat petinggi-petinggi LPMQ dan perwakilan mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari kampus yang menaungi jurusan tersebut seperti PTIQ (aku hanya ingat dari PTIQ saja hehe). Bukan main!!! Selama aku berkunjung ke TMII entah mengapa aku selalu senang karena TMII selalu menjadi saksi bisu perjuanganku. Ada dua kenangan di TMII tepatnya di Museum Air Tawar dan Anjungan beberapa rumah adat yang nantinya dua peristiwa ini akan aku tuangkan ke dalam blog ini.
Selama aku berekreasi ke TMII aku belum pernah menjelajahi Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal, sebuah kehormatan memasuki bagian ruangan penting dalam museum tersebut yaitu kantor LPMQ tepatnya di ruangan audio visual. Di sana kami disuguhkan (seingatku) satu video baru dan empat video yang telah diluncurkan terlebih dahulu. Aku sangat menikmati rangkaian acara rapat ini :) Tanganku tidak berhenti menulis isi seluruh video yang ditampilkan dan tidak lupa aku menulis komentarku pada bagian editting.
Aku tidak bisa menulis bagaimana isi dan komentarku setiap video yang ku nikmati karena usaha mereka tidak bisa ku jabarkan di sini. Mereka hebat dan sangat berjuang untuk membumikan pengetahuan Al-Qur’an dengan mengikuti perkembangan teknologi pada zamannya. Dari jurnal bulanan, buku yang diterbitkan langsung oleh LPMQ, e-journal, video-video, dan lain-lain, mereka benar-benar sangat berusaha.
Aku mengamati kegigihan pengurus dan petinggi LPMQ selama rapat berlangsung. Mereka hebat, mereka mau belajar dari awal dalam pembuatan video yang menarik untuk khalayak dan aku baru sadar kalau LPMQ mengundang satu video editor. Suasana rapat menjadi sangat serius sampai aku membisu. Sangat sangat terlihat, semua orang yang bekerja di LPMQ ini benar-benar bekerja menggunakan hati. Mereka mengakui kekurangan kinerja selama ini dan berinisiatif tinggi memperbaikinya dengan karya yang lebih baik lagi. Euforia rapat ini sungguh luar biasa dan aku harap aku bisa mengikuti acara rapat seperti ini lagi.
Fyi, Ushuluddin UIN Jakarta mengirim 2 mahasiswa, 2 mahasiswi (termasuk aku), dan asisten Sekretaris Jurusanku (hanya beliau yang sedang menempuh S2). Yang paling buatku minder ternyata aku adalah yang paling muda dalam segi usia dan semester yang ku tempuh dan hanya aku yang paham bidang video editting. Kedua itulah yang membuatku menjadi sedikit lebih tegang tapi perasaan tersebut sirna saat aku sudah sampai di TKP :)
Terima kasih atas kepercayaanmu Ibu Kepala Jurusan:) Karena ibu, aku jadi bertambah ilmu dan pengalaman yang benar-benar langka :D Bu, aku menantikan tawaran hebat lagi dari ibu dan aku ingin banyak berproses dengan beliau sampai aku lulus.

Sukses terussss:(
BalasHapusAaaaamiiiiin. Kamu juga Piw :D :*
Hapus