Bio-Hacking

Untuk aku dan untuk generasi muda di zaman yang maju ini

Hei, apakah kalian menyadari suatu hal ?

Semakin tingginya peradaban manusia, semakin canggihnya teknologi, bukan semakin baiknya kehidupan manusia. Namun semakin tingginya tekanan yang didapatkan.

Kemudian mentalmu menjadi semakin merosot.

Hei, aku tidak akan berbicara tentang hal yang religi. Ini hanya tentang bagaimana menjadi seseorang yang baik kepada dirinya sendiri.

Berapa kalipun kamu mencari tips bagaimana kamu dapat mencintai dirimu sendiri dari versi cerita orang lain, itu tidak akan berhasil kamu dapatkan jika kamu belum melakukan satu hal.

Hei, kamu harus memiliki kesadaran penuh bahwa kamu adalah salah satu dari triliunan makhluk hidup di dunia ini yang berharga yang diciptakan oleh Maha Hebat.

Kita terus bertumbuh, bertemu banyak orang, berbincang dengan berbagai pandangan, bersinggungan dengan banyak tekanan, dan dipertemukan dengan kejadian yang tidak diinginkan.

Itu semua proses kehidupan. Inilah yang membuat kita sangat berharga dari makhluk hidup lainnya.

Kita memiliki kehidupan hitam-putih, naik-turun, dan suka cita-duka cita.

Kamu boleh bersedih,stress, ataupun menangis !

Menangislah ! Menangis itu hal lumrah yang dilakukan makhluk hidup yang memiliki hati yang dinamakan sebagai manusia.

Kita adalah makhluk hidup sosial. Berinteraksi dengan sesama dan membentuk suatu relasi.

Namun kadang relasi manusia ada yang toxic dan ada yang tidak.

Kamu harus keluar dari lingkungan toxic !

 

Bagaimana jika keluargamu toxic ?

Berbenturlah dengan keluargamu kemudian bicarakan lalu musyawarahkan. Keluarga adalah salah satu bahtera terkecil dari kehidupan yang memiliki dampak besar dari masyarakat global.

Vokalkan suara hatimu dimulai dari tempat dimana kamu berteduh. Berbuat baiklah dan genggam mereka, karena mereka adalah satu-satunya tempat pulang terbaik.

Jika keluarga bukan tempat pulang terbaik, kamu bisa membangun keluargamu dengan versi terbaik.

Atau, kamu meningkatkan kemampuan religi dan relasi kemanusiaan. Kamu mempunyai tempat pulang yaitu Tuhan dan manusia-manusia baik lainnya.

 

Bagaimana jika temanmu toxic ?

Jika kamu memiliki jiwa yang lemah, kamu cukup jauhi mereka.

Batasi interaksi dan jangan membuat panggung untuk mereka terus bersandiwara baik di depan matamu ataupun di bersitan kepalamu.

Cukupkan !

Kita tak akan bisa menutup mulut manusia (red. teman) karena kita hanya memiliki dua tangan.

Tapi kamu tidak perlu takut, kamu memiliki item super hebat di dunia ini sebagai berkah dari Maha Pencipta yaitu otak.

Latihlah otak kamu untuk berdamai dengan dirimu sendiri atas kejadian yang buruk akibat orang terdekatmu. Jujurlah dan tuangkan perasaan itu, barang kamu menulis di buku harian atau status media sosial (red. disarankan mode pribadi, agar tidak menjadi bumerang suatu saat nanti). Atau kamu bisa meminta psikiater untuk melatih mind set agar kamu bisa jujur dengan baik.

Jangan pernah memendam apapun perasaanmu. Utarakan dengan cara baik dan tanpa merugikan siapapun.

 

Jika kamu berjiwa kuat, berbincanglah bersamanya dengan bahasa yang baik bahwa tindakannya salah.

Apabila mereka tidak menerima keluhanmu, hentikan percakapan itu.

Karena mereka tidak menerima fakta bahwa mereka merugikan dirimu sendiri dan mereka juga tidak memercayai fakta bahwa mereka adalah salah satu orang yang buruk bagi sekitarnya.

 

Percayalah padaku, hubungan manusia itu sangat sulit.

Kita berdiri di atas keadilan kita masing-masing dan berdiri di atas kebenaran versi diri kita sendiri.

Tidak akan sama satu orang dengan yang lainnya meski terikat hubungan darah.

Jika semua yang sudah terjadi hingga saat ini membuat kamu terluka, kemudian luka-luka masa lalu membentuk inner child sehingga terciptalah diri kamu yang seperti ini.

 

Hal yang perlu kamu lakukan adalah ACCEPT YOURSELF JUST THE WAY YOU ARE

Kita tidak bisa memutar waktu kembali ke masa lampau, kita tidak bisa menghapus ingatan buruk, dan kita bisa memaafkan sepenuhnya setiap luka yang diterima sehingga semuanya membekas dan itulah yang dinamakan inner child.

Dirimu yang hari ini adalah hasil dari pemikiran, perbuatan, perasaan, dan respon spontan tubuh yang terkumpul dengan rumit membentuk kepribadian. Ku pikir begitu.

Tapi, jika kamu membenci dirimu yang sekarang, kamu hanya perlu menekan tombol "reset".

Aku selalu melakukan reset pada tubuh ini jika aku menemukan hal yang benar-benar dikatakan sebagai luka. Dari masa lalu hingga masa kini. Selalu reset dan reset.

Fase terburuknya adalah semua luka adalah bagian tidak terpenting yang terlupakan dan ada di dasar kesadaran kemudian ia terkunci sehingga membuatku kehilangan informasi tentang peristiwa itu.

Mungkin aku masih mengingat sakitnya tapi aku tidak mengingat detilnya, orangnya, wajahnya, dan infromasi tentang dirinya lebih lanjut. Semakin bertambah tahun, ia mulai terkubur dan aku seperti tidak memiliki apa-apa terhadapnya. Tidak ada amarah tapi aku hanya tau, "orang ini dulu berbahaya untuk mental saya".

Hanya sekedar itu, tapi aku bahagia dengan konsep reset yang aku susah payah lakukan sebelum tidur setiap aku terluka.

Semandiri mungkin aku menyembuhkan diriku sendiri. 

Tanpa aku sadari posisi ini dinamakan bio-hacking.

 

Betapa hebatnya otakmu, betapa luar biasa nan sempurna Sang Maha Pencipta Otak !

Aku hidup bahagia setiap harinya dari mengelola otakku dengan baik.

Dari pemikiran yang penuh dan sadar, otak dan hati beresonasi menciptakan harmoni dengan tujuan yang sama untuk hidup yang lebih baik demi diri sendiri.

Hati juga penting !

Hati dan otak adalah partner terbaik untukmu selama kamu hidup.

Latihlah keduanya dan berilah konsumsi sehat untuk keduanya.

 

Kamu juga bisa melakukan Bio-Hacking. Istilah simpelnya adalah meditasi dengan tujuan akhir re-create dirimu sendiri.

Selalu atur dirimu ke posisi dimana kamu adalah manusia terbaik dari Maha Terbaik.

Berpikirlah dengan baik dan berbuatlah dengan sebaik mungkin.

 

Tidak perlu untuk membalas dendam setiap luka yang diterima, tidak perlu berpikir kembali ke fase dimana kamu terluka, dan tidak perlu bersumpah serapah kepada setiap orang yang menyakitimu.

Kamu hanya membuang waktu dan usia demi orang yang jelas-jelas merugikanmu.

Cara terbaik dan paling elegan adalah berdamai dan gunakan potensi dirimu.

Bio-Hacking yang kamu latih sehari, seminggu, sebulan, setahun, sewindu, sedasawarsa, dan berapa puluh tahun kamu melakukannya. Itu baik untukmu karena kamu mengatur sesuatu yang ada dalam jangkauanmu.

 

Selama kamu hidup, kamu akan selalu bersinggungan dengan hal buruk. Terimalah sampah kehidupan itu, buatlah ia menjadi berkah.

Jadilah orang yang hebat.

Cara pertama dari orang hebat adalah ia mengetahui, mengenal, dan mampu bekerja sama dengan dirinya sendiri.

Jangan pernah menyerah dengan kehidupanmu meskipun sulit.

Bukankah orang terhebat lahir dari perjalanan kehidupan yang super berat ?

 

Tapi jika kamu berpikir, kamu tidak perlu menjadi orang hebat, kamu akan melukai Yang Menciptakanmu.

Jadilah orang hebat versimu untuk rasa bersyukur kamu diciptakan ke dunia ini.

Aku tahu kamu memiliki masalah yang tidak akan orang lain pahami.

Tapi kamu juga salah, jika kamu berpikir kamu yang paling menderita di dunia ini,

Berhentilah berpikir yang buruk ketika kamu mendapat perlakuan buruk.

Selain mengambil jalur hukum, obat dirimu sendiri adalah Bio-Hacking.

 

Ambil kendali dirimu sendiri.

Kenalilah dirimu sendiri. Hei itu otakmu begitu hebat ! Hei hatimu begitu fantastis !

Kamu harus menggunakannya selain itu sebagai bentuk rasa syukur, menggunakan keduanya akan membuatmu mencintai dirimu sendiri.

Jangan menyerah ! Kamu harus tetap hidup !

Selesaikan masalahmu !

Seperti cuplikan monolog dari novel 99 Cahaya di Langit Eropa, “Hei masalah besar ! Aku punya Tuhan Yang Maha Besar.”

Ketika kamu menyerah pun kamu sama dengan mengecilkan kuasa Tuhan yang begitu besar (jika kamu percaya Tuhan).

Ah ! Kamu juga mengecilkan betapa potensialnya kehebatan otak dan hatimu.

Cobalah untuk memasukkan input-input terbaik ke dalam tubuhmu yang tidak terbatas hebatnya.

 

Dengan Bio-Hacking, kamu bisa menemukan kebahagiaan dari dalam dirimu sendiri.

Benar apa kata Socrates, mengenal diri sendiri adalah awal dari kebijaksanaan.

Kamu akan mendapatkan kebahagiaanmu sendiri. Mendapatkan kebahagiaan dari hasil kebijaksanaan dari otak dan hatimu.

 

Jangan pernah berpikir untuk menyerah !

Di antara miliaran manusia di dunia ini, kamu memang hanya sebagian kecil dari kumpulan kehidupan yang ada di Bima Sakti.

Tapi kamu adalah dunia bagi orang yang menyayangimu. Hiduplah dengan baik.

Tidak perlu menjadi orang lain agar dicintai orang lain, kenali dirimu, tunjukkan karakter terbaikmu, dan itulah pesonamu.

Oke !

Hei aku di hari ini, terima kasih sudah bercerita malam ini tentang Bio-Hacking.

Berlatihlah juga hari ini karena otak-hati adalah satu-satunya terbaik dan termahal yang tidak bisa ditukar dengan apa pun.

Selamat tidur💚💛💙🌃

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah