Lembaran Keenam 2022 | Nur Afiah Zahrah

 SEJENAK

(6 of 365)


Dunia ini tokoh utamanya bukan hanya kamu. Dunia ini berputar bukan hanya pada porosmu. Bumi mengelilingi matahari bukan hanya berpacu padamu. Kendali dunia dan bumi adalah untuk semuanya.

Sejenak. Itu kata penting untukku akhir-akhir ini. Kata terbanyak yang aku dapatkan di tahun kemarin sampai hari ini adalah kata sejenak dan sejenisnya. Lucunya lagi kata sejenak ini memiliki narasi yang buruk untukku.

Berkaca dari lembaran pertamaku tentang kesehatan, bahkan ada seseorang yang hadir dan mengajarkanku bahwa kata sejenak itu sama pentingnya dengan kata usaha. Sejenak berhenti, sejenak beristirahat, sejenak bersantai, sejenak melepas, dan sejenak lainnya. Ini membuatku berpikir, aku tidak perlu harus selalu menjadi tokoh utama. Ada kalanya sejenak menyingkir dan mempercayakan kendali dunia setelah aku berusaha.

Biarkan dunia bekerja setelah kamu bekerja. Biarkan semesta melakukan magic-nya atas apa yang kamu sudah usahakan mati-matian. Poros dunia bukan terpaku pada usahaku, banyak usaha lain yang akan menggerakkan roda hidupku. Banyak roda-roda dan poros-poros lain yang bersinergi lalu saling bergerak untuk menuju hasil gerakan yang dipersembahkan untukmu.

Seringkali aku suka lupa bahwa kemampuanku hanya sebatas ini. Allah melebihi visionernya para makhluk, Dia menciptakan waktu sebanyak 24 jam demi kewarasan manusia yang bertipe sepertiku (ww). Bahkan aku suka melupakan kata sejenak dan sebentar. Ah, kaum hustle sepertinya ya.

Sejatinya aku hanya ingin menggunakan waktuku detik demi detik agar tidak terbuang sia-sia. Tetapi, bagi orang lain, aku selalu lupa untuk sejenak beristirahat. Padahal Satu Persen berkata istirahat itu adalah bentuk dari produktif.

Hilangnya kata sejenak dariku, bukan bermaksud aku ingin hasil yang sempurna. Aku hanya ingin terus menggunakan waktu untuk hal apa pun. Rasanya menyenangkan jika aku bertemu banyak pengalaman atau ilmu baru dalam satu hari. Semenyenangkan itu, aku bahagia menjalaninya. Tetapi, lagi-lagi rasa penasaranku itu tidak bisa dikompromikan dengan kemampuan tubuh. Dear, you are not a superman.

Memangnya buat apa terus aktif dan melupakan waktu istirahat ? Memangnya buat apa juga menggadaikan waktu istirahat untuk hal-hal lain ? Memangnya semua untuk apa ?

Perlunya untuk memikirkan kata sejenak itu penting untuk semua orang. Dari kata sejenak bisa untuk merilekskan apa yang penat dan kacau balau. Dari kata sejenak akan menjadi bermakna daripada semua yang dikerjakan dengan tenggat waktu yang mematikan. Hey, you are not robot or computer.

Malam ini, menjadi lembaran kedua yang tidak memiliki solusi di dalamnya. Sekedar ingin menceritakan permasalahan hari ini. Berharap setiap malamnya selalu ingat untuk mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dan apa yang sudah diusahakan hari ini. Sisanya biarkan Allah bersama semesta melakukan magic work-nya sendiri. Sekian.

Komentar

  1. Melakukan sesuatu yang melebihi kadar kemampuan diri itu memang tidak baik, tapi bukan berarti salah, terkadang ada orang yang melukai dirinya demi menggapai kesuksesan yang ia inginkan, bekerja keras itu tidak lah salah, mengejar impian juga penting, tapi ada hal yang akan engkau berikan dari hal yang kau terima.
    Manusia itu Makhluk yang unik di antara makhluk yang lain, ketika tuhan menantang makhluk2nya untuk menerima amanah nya, hanya manusia yang siap menerima amanah tersebut sedang kan makhluk lain tidak sanggup, begitu lah uniknya manusia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Narasi kalimat ini sudah ada di kepalaku sejak lama :)
      Ringkasnya dari balasan ini adalah quote dari no pain no gain.
      Manusia hebat ya, dia mampu mengambil sesuatu yang besar padahal sejatinya dia gabisa tapi dia memaksakan bisa (ww).
      Sifat manusia yang berdedikasi dan gigih itu jadi hal terkeren di muka bumi ini sehingga dengan kerja keras itu kita bisa dikatakan mengerjakan pekerjaan mulia.

      Hapus
  2. Ketika kita menerima kesuksesan dari kerja keras, rasa sakit dari kerja keras itu yang membayar dari hasil kesuksesan yang diterima, karena tidak ada yang gratis di dunia ini. Jika kamu menginginkan kesuksesan yang tinggi maka apa yang akan kau berikan kepada sang pemberi?
    Waktu mu, kesehatan mu, keluarga mu, kebahagiaan mu, waktu istirahat/ bermain mu, atau harta mu, semua itu adalah pilihan...jadi apa yang akan kau berikan untuk menggapai kesuksesan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus balasannya :'))
      Aku selalu suka menukar segalanya demi apa yang aku gapai. Tapi, aku sepertinya salah. Ada lagi yang lebih penting dari kesuksesan, seperti kapan tahu waktunya istirahat. Istirahat dan bekerja itu sama-sama bagian dari produktivitas dan sama-sama penting. Kesehatan dan keluarga juga sama-sama penting. Ada kalanya harus sejenak pause dari apa yang ku kejar demi mengejar hal lain yang sama pentingnya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah