Lembaran Kedua 2022 | Nur Afiah Zahrah
NOISE
(2 of 365)
Tepatnya malam ini, aku akan membawakan salah satu bagian dari ceritera yang dirasakan introvert, jadi apabila teman-teman adalah seorang extrovert, feel free to do not read it.
Apa teman-teman tidak menyukai kebisingan dan lebih banyak membutuhkan kesendirian ?
Apa teman-teman sangat lelah setelah bertemu orang-orang baik itu sedikit atau banyak ?
Apa teman-teman merasa sendirian jauh lebih baik dalam mengembalikan energi ?
Apa teman-teman lebih mencukupkan diri dengan close friends daripada semua temanmu ?
Jika jawabannya adalah 4/4 atau 3/4, artinya aku dan kalian adalah introvert.
"Orang yang nyaman dan membentuk energi dalam kesunyian."
Perlu diketahui, anti-sosial dengan introvert adalah dua poin besar yang berbeda.
Introvert adalah bagian dasar diri seseorang dan anti-sosial adalah gangguan yang tumbuh dari diri seseorang.
Jika teman-teman tumbuh di domisili tersibuk di Indonesia a.k.a JABODETABEK, teman-teman akan merasakan letih yang lebih besar dan pressure yang tidak masuk akal karena menghabiskan waktu di kota-kota metropolitan. Salah satu yang tidak bisa dihindari dari kota-kota penggerak adalah "NOISE". Ya, kebisingan !
Apa pun itu jenis dan bentuknya, kebisingan adalah suara yang mengganggu. Tapi, aku pikir, mengganggu atau tidaknya bisa dinilai dari perspektif kalian masing-masing. Contoh yang paling ekstrem dan fenomenal adalah fenomena speaker masjid. Haha, aku tidak bermaksud menggiring opini dan apa pun itu. Kita hanya perlu tahu bahwa noise baik itu baik untuk beberapa komunitas atau buruk untuk beberapa komunitas itu nyata adanya.
Misal, apabila teman-teman Kristen dan agama lainnya diposisikan sama dengan teman-teman muslim diberikan akses untuk menyerukan panggilan ibadahnya, apa teman-teman siap ? Tentu, itu akan menjadi pertanyaan paling seksi dan sensitif bukan ?! (ww). Tidak, aku tidak bermaksud menyuruh kalian untuk memikirkan ini dan bergulat dalam panjangnya perdebatan yang tidak ada ujungnya.
Perlu untuk teman-teman ketahui, lembaran kedua ini adalah keluhan hari ini dari Zahrah tentang NOISE. Haha, aku tidak termasuk yang terganggu dengan speaker masjid kok. Aku juga tidak terganggu apabila seruan ibadah dari agama lain digaungkan juga sama seperti azan. Keep it peace and be chill ! Seruan ibadah apa pun seharusnya tidak bisa menghancurkan iman teman-teman begitu saja, bukan ?!
Ada salah satu ucapan dari sahabatku yang menjadikan lembaran ini diunggah ke publik. Dia berkata, "Aku paling gak suka ada orang yang ganggu rutinitas pagiku. Aku harus selesaikan itu dulu baru kegiatan lain bisa ku kerjakan. Istilahnya jangan ganggu runtinitas build up pagi aku. Itu penting untuk membangun mood dalam satu hari." Kurang lebih seperti itu narasinya.
Nyatanya, aku mulai berpikir dan mempertanyakan apa rutinitas pagi itu penting untukku. Dalam satu rumah yang berisi delapan orang, artinya dalam satu orang harus ada kegiatan yang membantu tujuh anggota lainnya untuk menjalani seluruh aktivitas dalam rumah.
Kira-kira, jika ingin menjalani rutinitas pagi itu dilaksanakan, diperlukan tenaga ekstra untuk menyisihkan waktu sendiri yang katanya untuk membangun mood seharian.
Zahrah pribadi, sepenuhnya introvert (bukan anti-sosial). 1000% menyukai kesunyian malam dan kesendirian. Sangat memerlukan keduanya karena aku tidak menyukai noise yang berlebihan. Apa teman-teman merasa noise itu bukan hanya dalam bentuk suara loh ! Aku berspekulasi noise juga diartikan bising dalam kata-kata atau ide-ide.
Apa teman-teman pernah merasa muak melihat banyaknya berita di laman berita online ?
Apa teman-teman pernah merasa risih melihat banyaknya snap whatsapp atau media sosial lainnya ?
Apa teman-teman pernah merasa pusing melihat banyaknya pesan atau notifikasi di panel smartphone ?
Apa teman-teman pernah merasa pening karena isi kepala begitu membludak ?
Apa teman-teman pernah merasa tidak nyaman dengan suara speaker dan suara ramainya manusia ?
Semua noise itu sangat melelahkan meskipun kita hanya diam dan mendengarkannya (ww). Dari noise-lah tercipta gangguan dalam diri teman-teman. Jika noise ada di luar diri kalian, teman-teman akan merasa kelelahan yang nyatanya itu adalah kelelahan batin. Jika noise ada di dalam diri kalian, teman-teman akan merasakan stress dan kebuntuan.
Noise itu pada dasarnya tidak baik apabila digaungkan pada jam istirahat dan pribadi, di mana waktu tersebut kisaran jam 10 malam sampai 8 pagi. Waktu tersebut adalah milik dan hak pribadi kita semua. Perlu untuk menghargai waktu tersebut dan menciptakan boundaries dalam diri kita bahwa kita tidak bisa mengambil waktu pribadi orang lain dengan seenaknya. Tugas makhluk sosial begitu rumit dan serba salah memang, tetapi begitulah menjadi manusia.
Noise yang masuk kategori menyebalkan bagi Zahrah adalah:
- Jawaban dari penonton status media sosial dengan satu kata seperti "Hmm".
- Pesan yang bertubi-tubi di tengah kondisi yang tidak fit.
- Suara bising orang lain yang terdengar ketika belajar, sakit, ujian, dan waktu tidur.
- Kata "maaf" yang diulang padahal ia tidak jera.
- Terlalu banyak kata "tolong" dalam satu waktu.
Kita tidak bisa memaksakan pikiran seseorang dan tidak bisa mengubahnya dalam waktu singkat. Keberagaman apa yang disukai dan tidak disukai oleh semua orang, itu menjadi lebih berwarna dan kompleks. Sensitivitas teman-teman terhadap noise pun bermacam-macam.
Lucunya kita tidak bisa bertanggungjawab atas apa yang dilakukan atau dikatakan oleh noise orang lain, ranah yang menjadi tanggungjawab kita adalah apa yang kita lakukan atau kita katakan. Perlu meningkatkan self-awareness untuk siap menghadapi noise dari orang lain. Namun, jika noise itu terlalu banyak dipendam, teman-teman akan sakit, stress, atau meledak. Contohnya, lembaran kedua ini adalah inti cerita yang mengungkapkan Zahrah bermasalah dengan noise.
Beri ruang untuk setiap orang dalam membangun suasana hatinya.
Beri waktu untuk setiap orang dalam menjalani penyegaran dirinya.
Beri kebebasan untuk setiap orang dalam menjadi dirinya sendiri.
Mungkin ketiga poin di atas adalah solusi bagi noise yang Zahrah kira dapat diwujudkan kita bersama. Saatnya peace and chill, bukan terus menerus memekakkan pikiran. Sekian.
Semoga suara suatu saat tidak menjadi suatu yg bising dan melelahkan tpi bisa menjadi penenang dan penyemangat. Buat penulis. Suara bisa menjadi teman ataupun musuh.
BalasHapusSemoga yaa :))
HapusTeman atau musuh menjadi perspektif yang luas tanpa batas :')
Beri ruang untuk setiap orang dalam membangun suasana hatinya.
BalasHapusBeri waktu untuk setiap orang dalam menjalani penyegaran dirinya.
Beri kebebasan untuk setiap orang dalam menjadi dirinya sendiri.
I like this word mbak , Kadang kita memang butuh kesunyian, agar kita tau apa yang sedang terjadi dalam kebisingan.
Basofiiiii !!!
HapusKita butuh kesunyian agar bisa mendeteksi yang tidak terasa ketika ramai :')
Tulisanmu bagus mbak 👌
BalasHapusSemoga dapat menghibur Basofi :))
HapusAku tunggu tulisanmu loh !
Yeah, proud to know you mbak, and happy to be friends with you mbak zahrah ✨
HapusSemoga Allah menjadikan pertemanan ini baik dan bermanfaat sepanjang waktu
Hapus