Lembaran Keduabelas 2022 | Nur Afiah Zahrah

 Takdir

(12 of 365)


"Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku." - Umar ibn Khattab


Kita batasi dulu, pembahasan takdir ini tidak akan menggiringmu ke arah perspektif teologi ya. Jadi jangan berdebat (ww) resapi saja lembaran hari ini dengan perasaan yang enteng.

Kita semua tahu kita hidup di dalam ketidakmungkinan, di dalam gejolak yang tidak akan pernah ada batasnya. Kita juga hidup dikelilingi oleh variabel-variabel pendukung dan variabel-variabel bebas yang mengikat kita. Karena kita tahu bahwa kita di dalam jalan yang penuh dengan abu-abu antara berhasil atau tidak, antara mendapatkannya atau tidak, kamu hanya perlu melakukannya dan tidak melewatkan apa pun hal keren yang terlintas di otakmu. Just do it ! Jadikan apa pun yang kamu lakukan itu menjadi bibit-bibit mungil takdirmu yang besar di penghujung waktu.

Jangan lewatkan kesempatan, jangan buang waktumu, jangan tunda sesuatu yang kamu yakini, dan jangan goyahkan kepercayaanmu untuk melakukan hal-hal baru. Jadikan itu semua sesuatu yang tidak akan kamu lewatkan apa pun hasilnya. Allah akan membantumu atas apa yang kamu usahakan. Kamu dan takdirmu tergantung dari apa yang kamu coba dan usahakan bukan dari apa yang kamu pikirkan. Kamu harus tuangkan ide-idemu ke dalam tindakan nyata untuk menjadi tawaran-tawaran takdir yang kamu sodorkan ke Tuhan untuk memilih salah satu yang terbaik untuk menjadi takdirmu.

Kamu harus mencari jati dirimu, kamu harus menemukan siapa yang memahamimu, kamu harus tekun atas pekerjaan kesukaanmu, buatlah mereka semua menjadi takdir-takdir yang kamu ukir sendiri versi dirimu untuk kebaikan dirimu bukan orang lain.

Sebentar-sebentar, contoh yang enak untuk berbicara tentang takdir pasti sebagian besar dari kalian akan memikirkan jodoh bukan ?! (ww). Bagiku, takdir tidak sesempit itu dan jodoh adalah salah satunya juga hihi. Kita ambil contoh ini saja ya, sesekali lembaran ini dibawa ke arah romantis (ww).

Kamu tahu kamu di dalam ketidaktahuan orang yang kamu sukai saat ini adalah terbaik atau tidak, tepat atau tidak. Lalu variabel-variabel pendukungnya masuk ke dalam ranah masalah takdirmu (red jodoh), kamu menemukan orang-orang yang lebih keren lagi, orang-orang yang lebih membuatmu bahagia, dan kamu juga disuguhkan variabel-variabel bebas yaitu orang yang kamu sukai berada di dalam kebingungan atau orang tersebut memiliki seseorang yang ia sukai juga. Variabel-variabel itu menjadi bumbu-bumbu dari masalah jodohmu. Jangan kamu nafikan keberadaan variabel tersebut agar kamu tidak melewatkan bagian pentingnya dan terus berdiskusi dengan diri sendiri.

Dari apa yang alami dan kamu rasakan di masalah jodoh itu siapa yang tidak kamu ingin lewatkan ? Siapa yang menjadi lebih dari keinginanmu alias kamu begitu membutuhkannya untuk terus tumbuh ? Meski kamu tahu bahwa kamu berdiri di titik abu-abu, kamulah yang membuat titik selanjutnya berwarna hitam (kemustahilan) atau berwarna putih (ketidakmustahilan). Untuk menjemput apa pun yang menjadi takdirmu, kamu bukan hanya perlu mengejar untuk mendapatkannya, tapi kamu perlu melihat ke dirimu sendiri. Di dalam dirimu ini, apakah sudah pantas mengambil takdir itu ?

Jika kamu tidak ingin melewatkan apa yang ada di depan matamu, harusnya kamu tahu bahwa kamu harus meyakini Tuhan bahwa kamu pantas mendapatkannya. Jika kamu pantas, takdir apa pun tidak akan terlewatkan, kamu akan mendapatkan atas apa yang kamu usahakan dan itulah takdir. Sekian.

Komentar

  1. Takdir adalah cerita yang begitu luas, kita tidak dapat menduga dan menerkanya, tapi takdir juga bisa diperjuangkan walau pun hasilnya juga tidak dapat di prediksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang hidup ini sepertinya hanya tentang usaha ya ww. Kita pun juga tidak bisa menuntut harus ada hasilnya ;)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah