Lembaran Keempat 2022 | Nur Afiah Zahrah

 MYSELF

(4 of 365)


"全ては、自分と言えばれるこの世界の小さなユニットからはじまります。"-ザーラー
"Semua dimulai dari unit terkecil semesta ini yang dinamakan diri sendiri." -Nur Afiah Zahrah


Semua yang dimulai di semesta ini berawal dari diri sendiri, mungkin dimulai dari pikiran (mindset). Tidak, tidak, aku tidak ingin memulai cerita tentang kuasa diri sendiri dari perspektif kalam ya (ww), hanya saja ingin mengisahkan kekuatan diri sendiri.

Membuka mata di subuh hari, mematikan alarm, pergi ke kamar mandi, ibadah, kemudian pergi tidur kembali atau membuka laptop melanjutkan pekerjaan semalam adalah sebagian kecil kebiasaan awal memulai hari. Kata "atau" di sini diletakkan menjadi sebuah pilihan yang perlu dikompromikan diri sendiri setiap harinya. Lalu, rentetan aktivitas dari membuka mata sampai ibadah adalah fixed habit (kebiasaan tetap). Sesuatu yang dipilih diri sendiri apa pun pilihannya akan membuka jalur lain yang selanjutnya akan hadir. It's called butterfly effect.

Jika setiap pagi, Zahrah memilih setelah ibadah subuh adalah tidur kembali, maka Zahrah akan ketinggalan sarapan, dihadapkan tuntutan menjaga si kecil Zain, menunggu orang rumah pulang untuk membawa makan siang atau cemilan, menunda waktu mencuci, dan setelah ibadah siang menjadi melelahkan dengan singkat karena dihabiskan untuk orang lain.
Jika Zahrah memilih pilihan setelah ibadah subuh adalah membuka laptop, maka Zahrah akan sarapan tepat waktu, mandi tepat waktu, mencuci tepat waktu, menjaga si kecil Zain dengan tenaga optimal, dan setelah ibadah siang menjadi menghasilkan pekerjaan pribadi yang terselesaikan 50% lalu pergi tidur siang dengan menyenangkan.

Butterfly effect yang merupakan teori dari pseudo sains yang keilmiahannya masih diperdebatkan menjadi salah satu teori yang membuatku re-thinking (berpikir kembali). Jika aku begini atau jika aku begitu, hasilnya apa ya ? Butterfly effect juga membuatku menyadari bahwa diri sendiri-lah yang paling bisa menyebabkan kita sial dan buntung bukan orang lain. Butterfly effect menyadari pentingnya berpikir matang sebelum bertindak untuk membuka pintu rezeki atau pintu bala.

Seringkali diri kita sendiri menyalahkan orang lain atas segala sesuatu, padahal tidak semuanya adalah salah orang lain. Contoh paling menyebalkan adalah kita menyalahkan terlahir miskin dan kekurangan padahal rantai kemiskinan tersebut bisa diputuskan di era digital sekarang yang sangat membuka miliaran peluang di mana pun. Seringkali kita tidak menyadari racun yang paling mematikan dan musuh yang paling menakutkan adalah pikiran kita sendiri bukan hantu, virus, atau pun penjajah.

Kita yang tumbuh dengan cara-cara yang tidak optimal karena bergantung terhadap orang lain, karena malas, atau karena alasan klasik lainnya adalah satu-satunya penyesalan paling besar yang dapat dipastikan adanya di masa tua. Hei, kamu yang berada dan tumbuh di abad keren ini, masa sih harus stuck terus ?

Seringkali penghambat diri kita adalah pikiran, kebiasaan, dan budaya kita sendiri. Budaya di sini tidak diartikan sebagai budaya dalam bentuk kesenian ya, tapi budaya dalam bentuk keseharian. Jika pikiran, kebiasaan, dan budaya yang kita tanam atau lakukan menjadikan diri kita mundur. Itu artinya, Zahrah dan kamu berada dalam masalah. Ya, Zahrah berada dalam masalah.

Teman dan musuh terbaik yang kita miliki adalah diri kita sendiri. Bukan keluarga, suami/istri, sahabat/teman, guru/murid, pemimpin/klien, dan masih banyak lagi. Kita perlu sering berbicara, merenung, mengoreksi, mendalami, menyelami, dan merefleksi apa yang ada di dalam diri kita. Bukankah Allah sendiri yang menjamin akan mengubah nasib teman-teman jika teman-teman mengubah diri sendiri terlebih dahulu ?

Pr terbesar kita setiap hari dalam taraf spesifik dan taraf yang sama besarnya dengan pr negara adalah pr kita terhadap diri kita sendiri. Istilah klasiknya adalah "Jangan mencintai orang lain, sebelum mencintai diri sendiri." Kenapa begitu ?

Ketika kamu mencintai dirimu lebih dari orang lain, kamu bisa menjadi penyelamat dirimu kapan pun dan di mana pun saat tidak ada orang lain yang dapat menolongmu. Ketika kamu menjadi dirimu sendiri dan mencintai dirimu sendiri secara sadar, kamu akan membuka pintu-pintu keberkahan lainnya yang tidak pernah kamu duga sebelumnya. Pastinya kamu jadi lebih berani dari kamu yang kemarin karena kamu memperlakukan dirimu sendiri bak presiden/perdana menteri dalam kehidupanmu.

Solusi cerita dari ceritera 2022 ini adalah kamu perlu mengenali dirimu sendiri.
Kamu perlu:
  1. Mengetahui kelebihan dan kekuranganmu.
  2. Mengetahui hal yang kamu suka dan kamu benci.
  3. Mengetahui sesuatu yang berharga dan tidak untuk dirimu.
  4. Mengetahui (isi sendiri)
Kamu tidak perlu mencari kekasih sampai ke ujung dunia untuk mengatasi kesepian, kehampaan, dan ketidakberdayaan dirimu. Kamu perlu mencari dirimu di dalam dirimu sendiri untuk menyelesaikan segala masalah yang ada di mata dan kepala milikmu. Sekian.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah