Lembaran Ketiga 2022 | Nur Afiah Zahrah
CARAKU
(3 of 365)
"Everyone has their style, their ways, their pace, their taste, their solution, their aim, and their dreams that all not be the same with others" - Nur Afiah Zahrah
"Setiap orang memiliki gayanya, cara-caranya, lajunya, seleranya, solusinya, tujuannya, dan mimpi-mimpinya yang semua tidak sama dengan orang lain." - Nur Afiah Zahrah
---
Tulisan ini terinspirasi dari lagu "Dengan Caraku" yang dinyanyikan oleh Arsy Widianto dan Brisia Jodie. Sesekali dapat ide dari lagu romantis ya, meski sarat dengan roman picisan, Zahrah akan membawanya dengan sedikit lebih berisi.
Kita semua berbeda, berawal dari tiga kata tersebut saja sudah dapat membuat alur cerita dari ceritera 2022 mudah terlihat. Kita semua unik, bahkan kita dengan orang lain diwarnai dengan corak yang beraneka ragam. Kita semua antik, satu-satunya kita hanya ada kita di dunia ini yang tidak bisa digantikan perannya oleh orang lain.
Pada dasarnya, kita semua tidak bisa mengubah dan menggiring orang lain menjadi serupa dan sama seperti kita. Menarik orang lain agar beriringan secara paksa menjadi sesuatu yang lumayan melanggar kebebasan, jika kamu mencetak orang lain dengan apa yang kamu yakini. Meski kita bebas, kita tidak sepenuhnya sebebas yang kita duga. Kebebasan menjadi tidak bebas saat bersinggungan dengan hukum alamiah. Contohnya, kamu tidak bisa memaksakan orang-orang yang membenci kembang api agar menyukai kembang api yang kamu nyalakan di tahun baru karena orang tersebut takut pada suaranya yang seperti suara meriam. Contoh lainnya, kamu tidak perlu memaksakan cara sembuh seseorang yang patah hati, hanya karena kamu adalah orang yang mudah move on.
Teman-teman merasa indah dan damai gak sih ? Jika teman-teman berbeda dengan orang-orang sekitar ? Itu mengasyikkan loh ! Salah satu kenangan berbeda itu indah adalah kelasku, IAT A 2017. Tidak hanya satu hari dalam semester satu, tetapi berkali-kali dalam satu semester. Kami sekelas menyalakan lagu-lagu dengan bahasa dan genre yang berbeda. Di sisi deretan bangku teman-teman lelaki menyalakan murotal, lagu daerahnya, dan lagu Barat. Kemudian di sisi deretan bangku teman-teman perempuan menyalakan lagu K-Pop, lagu Barat, dan lagu hype dari media sosial.
Kumpulan suara-suara itu masing-masing tidak sama dan tidak mungkin dihakimi untuk satu suara. Kita memiliki selera yang berbeda. Meskipun terkadang teman-teman lelaki terheran-heran dengan lagu K-Pop yang didengarkan oleh teman-teman perempuan. Sekarang suara-suara bising yang berbeda itu menjadi salah satu kenangan terindah yang ku ingat dan aku bersyukur kita berbeda.
Jika kita punya satu masalah, satu kasus, atau satu target yang sama, misalnya "Wisuda". Zahrah yakin teman-teman memiliki 1001 cara untuk menempuhnya. Ada teman-teman yang mementingkan mencari kerja terlebih dahulu, ada yang mementingkan ikut pelatihan, organisasinya, keluarganya, pernikahannya, kepuasan pribadinya, dan masih banyak lagi. Semua cara yang berbeda itu tidak pernah salah, kita semua bebas memilihnya. Kembali lagi pada kata bebas yang dibahas paragraf sebelumnya. Kebebasan tidak sepenuhnya bebas jika bersinggungan dengan hukum alamiah, contohnya teman-teman akan kena sanksi drop out jika tidak menyelesaikan studi yang sudah dimulai.
Cara paling asik dalam memaknai diksi judul Zahrah (Caraku) adalah bagaimana cara kita memandang hidup. Apa teman-teman punya boundaries terhadap prinsip yang teman-teman miliki ? Fyi, boundaries itu adalah batasan-batasan.
Misalnya, laju teman-teman menurut prinsip yang dipegang adalah Wisuda, Kerja, Nikah, dan Punya Anak. Kemudian teman-teman dihadapkan oleh pilihan baru dari tawaran yang semesta ulurkan ke hadapan teman-teman seperti Beasiswa S2, Menunda Punya Anak, Keliling Dunia, Menunda Nikah, dll. Lalu Zahrah ingin menawarkan pertanyaan, Apakah teman-teman akan menjalani cara pribadi yang teman-teman miliki atau mendiskusikannya dengan keluarga atau orang-orang tersayang ?
Mari melepas diksi judul ini (Caraku) jika itu ada hubungannya dengan ranah orang lain:
- Pilihlah sesuatu dengan kepala dingin.
- Vokalkan pilihan tersebut kepada orang-orang yang dipercaya.
- Diskusikan dan matangkan bagaimana baik-buruknya.
- Yakini hasil diskusi tersebut dengan bertanya pada diri sendiri, "Apakah hasil ini membohongi hati kecilku ?"
Setiap manusia, memang punya cara nya sendiri dalam menjalani kehidupan nya, tapi tidak lepas dari semua itu tetap ada campur tangan Tuhan di dalamnya.
BalasHapusDan Tuhan termasuk yang tersayang yang perlu masuk dan ikut berdiskusi dengan kita :))
Hapus