Lembaran Ketujuh 2022 | Nur Afiah Zahrah

PERTEMUAN

(7 of 365)


Pada dasarnya kita tidak dapat memilih orang mana saja yang kita akan temui. Pada hakikatnya kita hanya dipertemukan jika memang saat itu adalah waktunya. Rasanya setiap hari kita akan merasakan setiap pertemuan dengan siapa pun entah dalam hubungan apa pun.

Kita hanya perlu menikmati pertemuan demi pertemuan dengan setiap orang. Kita pun tidak dapat menebak esok akan menjadi pertemuan yang bagaimana, yang ke berapa dengan orang itu. Apa tujuan dari pertemuan itu kita pun juga tidak tahu. Benar-benar kita hanya menikmati dan menjalani pertemuan itu saja.

Entah mengapa aku selalu penasaran dengan akhir pertemuan terhadap siapa pun. Selalu ingin tahu bagaimana suatu pertemuan itu akan diakhiri, pemicunya apa, dan alasannya apa (ww). Lumayan jahat, bukan ?! Lalu aku juga selalu bertanya-tanya kenapa orang ini harus bertemu aku dan apa maksud pertemuan dengan orang itu.

Pada akhirnya, aku selalu menyimpulkan akhir dari pertemuan itu manusia terbagi menjadi dua narasi. Narasi teman hidup dan narasi pelajaran hidup.

Pertama, narasi teman hidup adalah narasi yang menunjukkan suatu pertemuan dengan seseorang diisi dengan banyak meaningful bonding. Bagaimana pun isi pertemuan itu, narasi teman hidup akan selalu bersama apa pun alasannya. Biasanya pertemuan yang memiliki nilai meaningful ini menjadi support system yang tepat untuk memperbaiki kualitas kehidupan kita.

Kedua, narasi pelajaran hidup adalah narasi yang selalu mengarahkan suatu pertemuan dengan seseorang sebagian besar diisi dengan pengalaman-pengalaman dan perasaan-perasaan yang memberatkan, memilukan, dan melelahkan. Bagaimana pun pertemuan ini berlangsung, itu akan selalu mengarahkan kita disiapkan dengan pelajaran baru untuk terluka lagi dan mengambil amanatnya. Biasanya pertemuan ini akan menghasilkan trauma dan inner child yang terluka.

Lalu dapat kita bisa bayangkan jika kita terus-terusan stuck pada narasi pelajaran hidup. Bisa jadi pertemuan-pertemuan itu menginginkan kita untuk berubah. Orang-orang baik akan bertemu dengan orang-orang baik, orang-orang jahat akan bertemu dengan orang-orang jahat.

Jika kamu merasa pertemuanmu dengan banyak orang akan menjadi luka kembali, trauma kembali, atau kenangan buruk lagi, artinya bisa jadi yang paling bermasalah dari pertemuan ini adalah dirimu sendiri. Pertemuan demi pertemuan akan selalu merefleksikan ujian selanjurnya apa yang akan disediakan untukmu. Atau pertemuan demi pertemuan akan selalu melengkapi dirimu sehingga kamu selalu menjadi versi lebih baik dirimu melalui bantuan dari orang lain.

Hargai setiap pertemuan dengan siapa pun, nikmati waktu bersamanya, pahami makna di balik pertemuanmu dengan setiap orang, dan nilailah mereka apakah mereka akan menjadi teman hidup atau pelajaran hidup. Jika seseorang pantas masuk menjadi teman hidup, artinya kamu dianjurkan jangan memilih untuk berpisah dengannya. Kamu harus berkembang dan tumbuh bersamanya.

Jika seseorang yang kamu temui dan kamu nilai sebagai pelajaran hidup. Ayo bangunlah dan waraslah. Pertemuan itu memiliki pr yang begitu banyak untukmu yang perlu diselesaikan. Pelajaran hidup itu jika kamu tidak dapat mengumpulkan tugasnya kepada Sang Maha Mempertemukan artinya kamu adalah orang yang tinggal di masa lalu dan tidak pernah belajar dari penyesalan dan kesalahan.

Solusi dari lembaran pertemuan ini adalah:
  1. Ubahlah dirimu menjadi orang yang terus menerus mau menjadi versi terbaik. Dirimu adalah magnet. Jika hidupmu terus terpuruk itu karena salah dirimu bukan orang-orang buruk yang datang ke hidupmu.
  2. Percayalah pada Tuhan bahwa setiap pertemuan itu tidak ada kesia-siaan di dalamnya meski ia akan menjadi pelajaran hidup atau teman hidup.
  3. Berdoalah pada Tuhan agar kamu dijauhkan dari orang-orang toxic lalu Allah akan selalu menyeleksi pertemuan setiap detiknya untukmu agar selalu aman.
Aku selalu berdoa pada Allah. Allah, aku tahu Engkau tahu aku lebih dari yang aku ketahui. Aku menginginkan apa, aku membutuhkan apa, Engkau tahu segalanya. Jika orang-orang yang aku temui menjadi orang-orang terbaik yang harus aku jaga, tolong jangan biarkan ia menghilang di depan mataku bagaimana pun aku tidak bisa menghubunginya. Jika orang-orang yang aku temui menjadi orang-orang yang akan terus menyakiti pikiranku, motivasiku, dan impian-impianku, aku akan meminta perpisahan yang terbaik versi-Mu agar aku tidak terluka dan bersedih sendirian. Aku sangat tahu bahwa Engkau selalu menemani apa pun pertemuanku dengan setiap orang, maka jagalah aku supaya aku tidak menyia-nyiakan waktuku dengan orang-orang yang salah dan tidak bernilai. Sekian.

Komentar

  1. Indahnya jika manusia bertemu dan sulit untuk berpisah😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana cara menanggulangi perpisahan itu agar sulit terjadi pun aku tidak tahu :'(

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah