15 OF 365 IN 2023 - LABIRIN | Nur Afiah Zahrah
LABIRIN
(15 of 365
in 2023)
Nur Afiah Zahrah
***
「Gimana kabar kamu sekarang?」
Sering-seringlah bertanya perihal kabar
kamu daripada kamu bertanya kabar untuk orang lain.
***
Kamu
perlu tahu setiap harinya bagaimana harimu berjalan. Meski lelah atau membosankan,
pastikan kamu baik-baik saja. Ketika kamu tidak dapat mendeskripsikan apa yang
kamu rasakan atau kamu jalani. Tentunya, hal tersebut menunjukkan kalau kabar
kamu tidak baik-baik saja.
Hidup
memang seperti labirin yang ujungnya mungkin hanya garis akhir tenggat waktu
dari usia kamu. Kamu tahu kan labirin semisterius apa? Kamu dikelilingi
dinding-dinding yang menjulang tinggi. Kamu harus terus belok ke kiri atau
kanan untuk menebak mana yang bukan jalan buntu. Siang dan malam, terang dan
gelap mencekikmu yang di tengah-tengah jalan berliku tiada akhir. Aktivitas di
dalam labirin seperti kamu di setiap harinya.
Misalnya
tahun ini kamu punya target wisuda tepat waktu. Kamu masuk ke dalam labirin
yang dipenuhi jalan-jalan berliku dan tidak jarang terasa buntu. Ada kalanya dinding masalah kamu adalah skripsi entah itu
data penelitian atau metode penelitian. Ada kalanya dindingnya adalah administrasi
program studi ataupun tenaga kerja program studi. Ada kalanya dindingnya adalah
teman-teman kuliah atau keluarga kamu yang tidak suportif. Apapun ujiannya kamu
sangat merasa seperti tidak ada jalan keluarnya. Kamu sesak sekali karena
tersesat di dalam labirin.
Ketahuilah,
labirin itu selalu ada ujung jalan keluarnya (exit door). Kamu perlu
sadari bahwa setiap yang awal pasti ada garis akhirnya, pasangan dari start adalah
finish. Tidak selamanya hidup kamu start terus menerus, tetapi
itu tergantung kamu nahkodanya. Kalau kamu pandai menstir diri kamu, kamu akan
memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk sampai di garis finish (akhir).
Oh ya. Karena hidup itu adalah proses panjang
bak labirin. Pastikan kamu jangan tergila-gila dengan hasil yang instan atau
kamu hanya memikirkan hasilnya saja, sampai kamu lupa bahwa yang paling penting
dari sebuah perjalanan di labirin adalah proses kamu.
Kita
tidak bisa menjamin apa-apa ketika sedang berusaha, tetapi akan sangat berbeda
mentalnya jika kamu sangat mencintai proses yang kamu lakukan. Kamu perlu
mencintai setiap detik, menit, dan jam yang kamu lalui di dalam labirin.
***
Ketika
kamu merasa tersesat, kebingungan, dan hampa saat berjalan sendiri di dalam
sebuah labirin kehidupanmu, aturlah mindset kamu. Nahkoda yang mampu
menerjang badai adalah nahkoda yang bukan hanya ahli pelayaran, tetapi juga
dilengkapi manajemen krisis bencana alam dan krisis lainnya. Manajemen krisis,
emosi, dan keputusan akan memandu kamu sampai di garis keluar labirin.
Jangan
lupa untuk menikmati, fokus, dan mencintai prosesmu.
「Selamat Mencari Pintu
Keluar Labirin!」
Komentar
Posting Komentar