4 OF 365 IN 2023 - GONE | Nur Afiah Zahrah
GONE
(verb)
1 Move from
one place to another; 2 Leave
a place; 3 Live or move
around in a particular state; 4
Used to show that somebody or something has reached a particular state or is no
longer in a particular state.
(4 of 365 in 2023)
Nur Afiah Zahrah
***
「Selamat Hari Rabu Pertama di Tahun 2023」
Jangan bosen-bosen ya baca
blog ini. Pembicaraan pada lembaran keempat kali ini perihal kepergian atau
kehilangan (gone).
Gone merupakan past participle yakni kata kerja bentuk
ketiga (V3) dari go yang menunjukkan pada aktivitas yang bersifat pasif
dan digunakan untuk menyusun bentuk tenses maupun kata sifat. (Sumber: https://www.ef.co.id/englishfirst/kids/blog/ini-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-past-participle/)
Pembahasan yang agak
mellow di awal tahun baru ini yah! Namun, kepergian maupun kehilangan adalah
variabel yang memang hukum alam dan mesti adanya.
--------------
1 Pindah dari satu tempat ke
tempat lain.
2 Meninggalkan sebuah
tempat.
3 Tinggal atau berpindah
dalam keadaan tertentu.
4 Digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu telah mencapai keadaan tertentu atau tidak lagi dalam keadaan tertentu.
***
Lembaran keempat sama seperti lembaran ketiga kemarin.
Kemarin adalah pembahasan kehadiran lalu sekarang tentang kepergian atau
kehilangan. Keduanya bersebrangan tetapi selalu beriringan. ‘Ketika ada yang
hilang, Tuhan akan menukar atau menggantinya dengan yang baru.’ Itu fakta umum
yang berlaku selama kita bernapas.
Kita coba merenung sejenak tahun kemarin apa saja yang
hilang atau pergi dari ingatan dan keseharian teman-teman sekalian. Di usia
Jara saat ini adalah exploring age. Merujuk Oxford Learner’s Pocket
Dictionary, salah satu arti dari kata exploring adalah travel
through a country to learn about it (perjalanan melalui sebuah area untuk
mempelajari tentangnya). Usia 20 sampai 25 tahun ini bagi Jara adalah trial
and error (percobaan dan kesalahan) yang sangat krusial di antara
semua usia kehidupan manusia.
Menurut Jara, di usia kali ini semua jenis ujian akan
mengakar, berbatang, bercabang, berdaun, berbunga, dan berbuah dari jenis bibit
yang berbeda untuk menghasilkan buah yang nikmat dan bunga yang indah di akhir
pertumbuhan. Setiap garis awal (start) satu jenis ujian kehidupan
memiliki garis akhir (finish) yang pasti. Tidak ada ujian kehidupan yang
tidak selesai, semua ada masanya untuk selesai. Karena ujian adalah bentuk dari
kata benda yang dapat hilang atau pergi, ujian bukanlah Tuhan Yang Maha Kekal.
Tahun ini Jara akan berusia 24 seperti terlihat sudah tua
tetapi tidak setua itu untuk memahami apa yang telah berjalan di kehidupan ini.
Sudah berapa banyak yang hilang dan pergi selama 24 tahun dari ingatan dan
kehidupan Jara? Tidak bisa terhitung, jawabannya. Dari sosok manusia, ingatan,
kemampuan nalar dan tubuh, harta, kebahagiaan, kesedihan, dan masih banyak
lagi, semuanya ada waktunya pergi dan hilang.
Ketika kamu membaca Meditations, kamu seperti
ditegur oleh Marcus Aurelius apabila kamu seperti menahan, tidak merelakan, dan
tidak memperbolehkan seseorang untuk pergi jika memang ia harus pergi
atau hilang menurut semesta. Tidak mencintai kepergian atau kehilangan sama
dengan tidak mencintai pertemuan atau kedatangan. Marcus benar, memusuhi
kepergian atau kehilangan sama saja menolak hukum alam yang ada.
Efek dari
kehilangan atau kepergian salah satunya adalah rasa rindu. Tentu perasaan rindu
adalah emosi yang paling alami dari diri manusia, karena hati dan otak kita
mampu mengkategorikan sesuatu, seseorang, maupun tempat memiliki memori yang
tidak ada duanya. Ketika kita stuck (terjebak) pada kondisi menginginkan
hal yang sudah berlalu dan tetap di tempat yang sama, kita perlahan-lahan
menjadi seseorang yang egois dan tidak berpikiran panjang. Bisa jadi suatu
kondisi dan situasi tidak baik untuk seseorang meskipun baik untuk kamu. Jika
pergi atau hilang yang terbaik menurut semesta, mengapa harus arogan untuk
memusuhi kepergian dan kehilangan?
Efek kedua dari keduanya adalah kamu tidak fokus dan
menikmati masa kini. Kamu akan terpenjara di satu keadaan dan situasi sedangkan
dunia selalu bergerak cepat dan maju. Kamu akan jauh lebih sensitif dan
menganggap orang-orang sekitarmu tidak peduli dengan perasaanmu. Ketika kamu
diam di satu hal dan tidak bergerak, orang-orang yang sedang berjalan tidak
akan bisa melihatmu karena kecepatan gerakan mereka. Jadilah Be Present!
Kepoin 3 of 365 in 2023 ya, untuk memahami maksud Be
Present.
***
Ketika kita melewatkan tahap kepergian atau kehilangan,
kita akan menemukan maksud dari alasan itu terjadi pada kita. Alasan baik
ataupun buruk, itu keduanya baik untuk kamu. Ada banyak masa di mana apa yang
kita inginkan itu selalu tidak baik menurut semesta, karena Tuhan berpikir kamu
belum siap atau pantas menurut perhitungan-Nya.
Mencintai kepergian dan kehilangan adalah bentuk dari
kamu mencintai dirimu sendiri dan orang lain. Ketika kamu wisuda atau
perpisahan sekolah atau kampus, terimalah dan berbesar hatilah jika kamu tidak
akan menemukan teman-teman sebaik mereka. Ketika kamu atau orang lain keluar
dari pekerjaan, bisnis, atau projek, tenang dan berbesar hatilah jika kamu
tidak mungkin bisa mendapatkan partner atau tempat yang ideal. Dan lain-lain,
dan lain-lain.
Sebelum semuanya terlambat, kamu harus aware (sadar)
dan antisipasi untuk belajar menerima kepergian dan kehilangan sedari dini. Mari
mencoba untuk mengikhlaskan apa yang sudah pergi dari satu detik, satu menit,
satu jam, satu hari, satu bulan, dan satu tahun yang lalu. Pelan-pelan! Dimulai
dari melatih diri untuk merelakan apa yang terjadi di detik dan menit yang sudah
dilewati.
「Selamat Menerapkan Gone Dalam Hidupmu」
“Jangan lupa untuk komen
dan bagikan tulisan ini ke teman-temanmu ya jika menurut kamu tulisan ini
sangat inspiratif dan membantu!”
| Baca juga ini ya: https://nurafiahzahrah.blogspot.com/2022/01/lembaran-kedelapan-2022-nur-afiah-zahrah.html
Alhamdulillah dapat pencerahan dari coretan singkat ini (y)
BalasHapusTerima kasih sudah membaca "GONE" :D Semoga Aland mendapatkan pengganti yang terbaik dari apa yang sudah ditinggalkan!
Hapus