16 OF 365 IN 2023 - DOA | Nur Afiah Zahrah

DOA

 (16 of 365 in 2023)

Nur Afiah Zahrah

 

***


 Apakah kamu sudah berdoa hari ini?

Sering-seringlah berdoa berupa permintaan, permohonan, atau perlindungan kepada-Nya karena Dia-lah Satu-satunya Yang Maha Mengabulkan.

***

            Judul blog kali ini diambil dari apa yang terjadi di hari ini. Semua karena aku bertemu teman ngobrol daging ngalor ngidulku. Di mana setiap semester semasa aku kuliah sampai sekarang aku pasti akan mengunjunginya. Terima kasih kepadanya yang telah selalu baik menampungku dan memberikan telinga serta otaknya untuk memahami ceritaku dengan baik.

            Kami hari ini berbicara banyak tentang Sang Maha Baik. Dia mengatakan seni berdoa kepada Tuhan. Ada kalanya kita memaksa Tuhan karena kita sudah melakukan yang terbaik. Ada kalanya kita membandingkan diri dengan Tuhan karena nikmat tersebut jatuh ke pihak yang menurut kita kurang tepat. Ada kalanya kita berdoa berkali-kali lipat supaya Allah dengar dan kabulkan di waktu yang tepat. Banyak macam cara seseorang berdoa kepada Tuhan-Nya.

            Kemudian kita banyak berbincang bagaimana kesulitan kami masing-masing di tahun sekian dan bagaimana Allah mengabulkannya. Kita berdua saling menahan air mata dan saling menyadarkan bahwa Allah begitu dekat dengan kita. Benar-benar lebih dekat dari nadi yang ada di dalam tubuh kita. Aku pun antusias setiap mendengar dia bercerita kisah-kisah dari orang-orang yang dikenalnya dan orang-orang di media sosial yang menjadi bukti bahwa Allah memberikan nikmat-Nya yang begitu hebat pada orang yang tepat dan di waktu yang tepat.

            Gaya khas bicaranya adalah, “Kamu tau gak beb dia amalannya apa sampai bisa dapat segitu besarnya?” Dia mengulang tanda tanya tersebut untuk berbagi motivasi denganku. Bertemu dengannya selalu memupuk harapan dan keinginan selalu doa kepada-Nya tanpa putus. Apa yang terjadi hari ini padaku, menurutnya, adalah apa yang pantas aku dapatkan karena aku mendoakannya, memimpikannya, dan bagi Allah itu yang terbaik buat aku dan keluarga.

            Dia sejauh apapun denganku. Selalu ada pertemuan yang tidak disengaja pada  awalnya dan kita selalu bertemu. Setiap aku ke kampus, aku selalu bertanya dalam hati dan terbayang wajahnya, “Apa dia ada di kosan ya?”

            Satu sosok yang selalu jadi cambukan untukku supaya aku gak berbalik arah, tidak mentolerir alasan menyerah, dan diterpa apapun badainya. Sejauh ini, berkat dia, aku banyak bertumbuh. Aku berterima kasih kepadanya telah mengingatkanku setiap pertemuan bahwa doa adalah kekuatan yang tiada tandingan-Nya. Sebuah permintaan dari seorang hamba yang tidak bisa, tidak sanggup, dan tidak mampu atas hidupnya lalu pergi dan merayu Sang Pemilik Jiwa.

***

            Dia mengingatkanku untuk selalu percaya apa yang Allah tunjukkan dan berikan baik itu manis dan pahit. Kalimatnya sama dengan kalimat Abi.

            Doa menjadi lebih manis ketika bumbu dasarnya adalah percaya penuh dan tinggi kepada-Nya. Tanpa kepercayaan, doa hanyalah permintaan usil.

 

Selamat Berdoa!

“Jangan lupa untuk komen dan bagikan tulisan ini ke teman-temanmu ya jika menurut kamu tulisan ini sangat inspiratif dan membantu!”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah