5 OF 365 IN 2023 - VAIN | Nur Afiah Zahrah


VAIN

(Adjective)

Unsuccessful, 2 Too proud of your own apperance, abilities, etc.

(5 of 365 in 2023)

 

***

 

Selamat Hari Sabtu Pertama di Tahun 2023

Maaf sudah absen selama 2 lembaran dikarenakan urusan pribadi. Terima kasih telah dan selalu menjadi pembaca setia #365HariBercerita.

Khusus hari ini, Jara akan memposting 2 lembar sekaligus, dua lembaran berikutnya akan disiapkan esok hari. Semoga teman-teman berkenan untuk membacanya bahkan sampai edisi 365 in 2023 selesai.

Sebenarnya, judul kali ini benar-benar kata yang Jara tidak sukai. ‘Sia-sia, atau percuma’ Ayo kita bahas apa saja yang mengelilingi kata, ‘Vain’.

--------------

1 Ketidakberhasilan.

2 Terlalu membanggakan penampilan, kemampuan, dan hal lainnya yang dimiliki.

***

            Pernah gak sih atau malah sering banget, tiba-tiba ngerasain salah jurusan SMA atau kuliah, salah pilih pekerjaan, salah pilih pendamping, atau salah pilih baju deh? Terus pas udah di titik merasa serba salah karena sudah sejauh ini, kamu merasa sudah kalut. Meluncurlah kalimat magic orang-orang yang sudah menyerah, “Sudah begini, mau gimana lagi?!” atau “Coba kemarin gak seperti ini dan itu.”

            Tenang teman-teman, semua orang pernah merasakan hal yang sama dengan yang kamu rasakan. Mungkin di segi kehidupan yang berbeda. Ada yang di segi karier, kampus, sekolah, pertemanan, keluarga, asmara, masa depan, dan lain-lain.

Kenapa kamu terus merundung diri apa yang kamu lakukan ini sia-sia? Kenapa kamu terus bermurung diri dan berlindung dari pernyataan bahwa “Semua kehidupan ada di bawah kendali keluarga”? Kenapa kamu terus menjerit di dalam lubuk hati ketika terjerat pilihan yang tidak kamu sukai sama sekali tetapi kamu harus pilih itu karena kamu membutuhkannya di sisi lain?

Gaes, kamu sudah melakukan hal yang benar, di titik yang tepat, dan berada dalam jalur yang bermanfaat untukmu!

            Apa yang kamu lewati akan mendapatkan hasilnya. Meski saat kamu menjalaninya kamu merasa, ‘Ah gue udah kepalang malas.’ Kamu tahukan dasar-dasar perhitungan yang ada di sekitar kita. Salah satunya penjumlahan. Ah kita pakai sekalian tabel penjumlahan juga ya dan juga konsep dari macam-macam variabel. Kita batasi hanya di penjumlahan satu saja. Kasusnya sebagai berikut. Kita pakai kasus Jara saja hoho. Anggap ini adalah teori buatan Jara yang hanya Jara yang punya. Hak Cipta Otaknya Jara www. Kalau ada yang pakai bilang-bilang dulu yaa.

PENJUMLAHAN BILANGAN SATU

Kita anggap ini adalah penjumlahan pada suatu bidang yaitu Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Kenapa pilih ini? Karena Jara merasa salah jurusan dan tidak passionate.

Bagian kiri adalah variabel tetap yaitu penjumlahan bilangan satu dan satu akan menjadi angka dasar atau poros.

 

Maka, kita posisikan variabel tetap satu ini menjadi bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Bagian tengah adalah variabel bebas yaitu angka apapun yang akan menjadi pasangan dari angka satu dan menjadi angka dengan jumlah yang tergantung dengan situasi. Artinya, angka satu bisa ditambah dua, tiga, dan sebagainya.

 

Maka, kita posisikan variabel bebas adalah pengalamaan Jara ketika berada dalam kondisi menjalani kuliah Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Bagian akhir adalah variabel terkontrol yang terikat dengan variabel lainnya. Dalam hal tabel ini, variabel terkontrol ada hasil dari penjumlahan satu dengan bilangan lainnya.

 

Maka, variabel terkontrol yang ada di tabel ini adalah hasil dari Jara berada di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ditambah dengan pengalaman di luar bidang IAT.

1

(Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir)

+

1

(Aktif di DEMA Ushuluddin)

=

2

(Jara adalah lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang aktif di DEMA Ushuluddin)

2

(Aktif di DEMA dan FKJMU Ushuluddin)

3

(Jara adalah lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang aktif di DEMA dan FKJMU Ushuluddin)

3

(Aktif di DEMA dan FKJMU Ushuluddin serta senang mengikuti pelatihan IT di Fresh Graduate Academy dari Digital Talent Scholarship Kominfo)

4

(Jara adalah lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang aktif di DEMA dan FKJMU Ushuluddin serta antusias mengikuti pelatihan IT di Fresh Graduate Academy dari Digital Talent Scholarship Kominfo)

            Jara hari ini bisa dengan bangga berkata bahwa kesia-sian dan kekalutan yang pernah dialami selama semester baru pada tahun 2017 dan 2018 disebabkan salah jurusan. Jara sudah sampai di titik di mana semua angka 1 yang Jara katakan itu sia-sia kini menjadi variabel yang melekat dan mencerminkan Jara.

            Jara tidak perlu menengok kesulitan selama kuliah di IAT, tetapi Jara hanya perlu memperhatikan situasti, kondisi, penanaman karakter dan pola pikir yang baik, orang-orang, dan tempat saat berkuliah di sana yang membuat Jara seperti ini. Jika tidak bertemu orang ini dan orang itu, tidak akan ada variabel bebas yang mewarnai dan mendesain diri Jara hingga saat ini.

            Tidak ada hal sia-sia selama Jara kuliah di sana. IAT adalah sebuah casing tetapi pengalaman pendukung lainnya yang meluaskan diri Jara ke jalan yang tidak sampai di satu ranah saja.

            Jika kamu hanya peduli dan terpaku pada hal yang sudah terlambat kamu pilih tanpa memilih pilihan lainnya yang membuatmu sedikit lebih bernapas seperti melakukan hobi yang diseriusi dan masih banyak lagi, kamu hanya menjadi sebuah angka 1 ditambah dengan angka nol. Kesia-sian yang kamu katakan sebagai pilihan di awal adalah angka yang tidak pernah bertambah dan menjadi monster paling menakutkan di masa tua, penyesalan.

***

            Kamu boleh saja salah pilih pasangan, tetapi apakah kamu hanya berhenti meratapi nasib? Kamu diam saja dan menyalahkan keadaan saat kamu jatuh cinta pada pertama kalinya dengan dia yang kini kamu katakan sebagai orang yang salah.

            Pertemuan dengan orang yang salah itu, membentuk angka satu. Angka selanjutnya kamu yang memilih pengalamannya. Kamu akan stay (tetap) pada kejombloan dan menyalahkan masa lalu yang melahirkan angka 0 di variabel bebas lalu hasilnya kamu akan mendapatkan angka 1.

Atau kamu memilih bertemu seseorang lalu kenalan dengan cara selektif yang akan melahirkan angka 1 lalu hasilnya kamu akan mendapatkan angka dua.

Hal yang kamu anggap sia-sia adalah variabel tetap, sesuatu yang ditetapkan oleh kamu entah atas dasar kamu ceroboh, kamu naif, atau kamu memang sedang tidak beruntung saja, dan variabel tersebut akan menjadi satu warna yakni hitam. Hitam legam itu akan menjadi warna di dalam hidupmu.

Ketika kamu hanya punya variabel tetap, warna kamu hanya hitam. Ketika kamu menambahkan banyak variabel bebas, hidupmu akan menjadi penuh warna. Indah bukan jika kamu dikelilingi dengan banyak warna?!

Ketika hidupmu semakin berwarna, kamu akan berhenti berkata bahwa pilihan kemarin adalah sebuah kesia-siaan, melainkan kamu akan bangga berkata bahwa jika tanpa pilihan tersebut aku tidak akan sampai di titik ini.

Ah kamu juga jangan lagi mengulang kesalahan yang sama ya! Kamu harus memilih dan memutuskan apapun pilihanmu dengan metode yang lebih teliti lagi dengan kesadaran dan keikhlasan yang penuh dari dirimu. Jangan menciptakan vain stage lainnya di pilihan selanjutnya.

 

Selamat mewarnai hidupmu dengan warna-warna lain!

Selamat membuat tabel penjumlahan bilangan satu ala kamu!

“Jangan lupa untuk komen dan bagikan tulisan ini ke teman-temanmu ya jika menurut kamu tulisan ini sangat inspiratif dan membantu!”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah