7 OF 365 IN 2023 - LOAD | Nur Afiah Zahrah
LOAD
(As a noun)
1 Thing that
is carried by a person, vehicle, etc; 2 (Esp in compounds) quantity that can
be carried; 3 A large number or amount of somebody or something;
4 Amount of work that a person or a machine has to do; 5 Feeling of responsibility or worry.
(As a verb)
1 Put a load
onto or into something or receive a load; 2 Give somebody a load of things to
carry; 3 Put something into a weapon, a camera or other piece of
equipment so that it can be used; 4 Put data or a program into the
memory of a computer.
(7 of 365 in 2023)
Nur Afiah Zahrah
***
「Selamat Kamu Sudah Memasuki
Minggu Kedua Januari 2023」
Sesekali kita akan
membucinkan diri di blog sebagai fangirl yaa XD
Kali ini judulnya
diambil dari judul lagu Lead. My top one, always my favourite, Japanese
boyband.
Load adalah lagu yang rilis di single 「Stand up!」pada tahun 6 Februari 2008.
--------------
(Sebagai sebuah kata benda)
1 Barang yang dibawa oleh
seseorang, kendaraan, dan lainnya.
2 (Khususnya dalam senyawa) kuantitas yang dapat dibawa.
3 Angka atau jumlah yang
besar sesuatu atau seseorang.
4 Jumlah kerja seseorang
atau mesin yang harus dilakukan.
5 Perasaan bertanggungjawab
atau kecemasan.
(Sebagai sebuah kata kerja)
1 Memasukkan beban ke dalam
sesuatu atau menerima beban.
2 Memberikan seseorang banyak barang yang harus dibawa.
3 Memasukkan sesuatu ke
dalam senjata, kamera atau peralatan lainnya sehingga dapat digunakan.
4 Memasukkan data atau
program ke dalam penyimpanan komputer.
***
Tidak semua orang dapat sesabar
kamu, setangguh kamu, seikhlas kamu. Kita masing-masing punya daya tahan terhadap
beban dari panjangnya jalan yang kamu perjuangkan. Ada yang menyerah di awal
perjalanan, di tengah, dan hampir menuju akhir perjalanan.
“Ketika
kamu tidak melewati sebuah atau beberapa rambu perjalanannya, kamu tidak tahu
kamu sudah berada di kilometer berapa yang menjadi penunjuk dari akhir jalanmu.”
Ketika kita tidak melewati rambu 1 km dari 10 km, artinya kamu berhenti di
awal perjalanan. Ketika kamu tidak melewati rambu 5 km dari 10 km, artinya kamu
berhenti di tengah perjalanan. Ketika kamu tidak melewati rambu 9 km dari 10 km,
artinya kamu berhenti di perjalanan menuju akhir.
Kamu paham kan bagaimana rambu 10 km
dan bahkan lebih yang ada di pinggiran jalan tol? Nah, simulasi load di
dalam hidupmu seperti jalan tol tersebut. Jika kamu tidak berhasil sampai 10 km
dari jarak tempuh untuk sampai ke gerbang tol selanjutnya atau tempat yang
dituju, maka kamu sama sekali tidak sampai di tujuanmu dan beban yang ada di
punggungmu masih ada.
Jara tidak akan berkata, para
pembaca kurang kuat atau semacamnya. Jara tahu setiap dari kita memiliki
problem, realita, dan ekspektasi yang berbeda yang dibebankan kepada kita.
Ketika kamu berada dalam suatu
perjalanan, akankah kamu selesaikan sampai akhir? Berhenti di tengah perjalanan
lalu tertabrak? Balik arah dan mengambil jalan yang lain atau baru? Atau bahkan
sama sekali mogok atau tumbang di dalam perjalanan?
Jika kamu tidak menyelesaikan satu
perjalanan dengan baik sampai akhir, kamu tidak akan menemukan apa yang
ditawarkan dari kerja keras pada panjangnya perjuangan itu. Kamu tidak tahu
beban dari perjalanan itu akan berbunga atau berbuah seperti apa. Konsistennya
dirimu seperti roda kendaraan yang melaju tanpa henti sampai gerbang tol
selanjutnya atau tempat tujuan. Jika kamu berhenti, kendaraan akan berhenti.
***
Semua orang bisa menjadi cerdas atau
kompeten, tetapi tidak semua orang bisa konsisten sampai akhir.
Setiap tingkatan akhir sekolah
seperti SD, SMP, sampai S3 yang terorganisir dengan silabus menggambarkan load
dengan tujuan akhir yang ditetapkan. Kita sudah terbiasa berada dalam beban
yang dipasang bersamaan dengan tenggat waktu.
Ketika kamu tiap hari pergi sekolah
atau kuliah, beban tiap semester dari satu tingkatan kelas atau semester bisa
berangsur-angsur ringan. Kamu akan terus naik tingkat hingga dinyatakan lulus.
Beban sebagai anak sekolah atau kuliah berhasil diselesaikan.
Tidak boleh mood kamu
mengatur apa yang di hidupmu. Bolehlah sesekali healing jalan-jalan kemana pun kamu suka ataupun bed
rest rebahan diam di kamar. Namun, pasanglah setting (aturan) di
dalam dirimu, setelah istirahat nanti beban apa lagi yang harus diantarkan
sampai garis finish (akhir). Jangan sampai waktu istirahatmu sia-sia
karena tidak digunakannya kembali dengan bijak.
「Selamat melajukan beban muatanmu sampai di akhir jalan!」
“Jangan
lupa untuk komen dan bagikan tulisan ini ke teman-temanmu ya jika menurut kamu
tulisan ini sangat inspiratif dan membantu!”
Komentar
Posting Komentar