6 OF 365 IN 2023 - LOVE | Nur Afiah Zahrah

LOVE

( As a noun)

1 Strong feeling of deep affection for somebody or something; 2 Strong feeling of affection and sexual attraction for somebody; 3 Strong feeling of enjoyment that something gives you; 4 Person or thing that you like very much.

(As a verb)

1 Have very strong feelings of affection for somebody; 2 Like or enjoy something a lot.

(6 of 365 in 2023)

Nur Afiah Zahrah


***


 Selamat Kamu Sudah Membaca Tentang Cinta

Sesekali kita akan membucinkan diri di blog yaa XD

Oh iya yah ini malam minggu, gapapalah yaa, gak masalah kan?!

--------------

(Sebagai sebuah kata benda)

1 Perasaan kasih sayang yang kuat terhadap seseorang atau seusatu.

2 Perasaan kasih sayang dan ketertarikan seksual yang kuat terhadap seseorang.

3 Perasaan kenikmatan yang kuat dari sesuatu yang diberikan kepadamu.

4 Orang atau hal yang sangat kamu sukai.

(Sebagai sebuah kata kerja)

1 Memiliki perasaan kasih sayang yang sangat kuat terhadap seseorang.

2 Sangat menyukai atau menikmati sesuatu.

***

            Itulah pengertian cinta sesuai dengan kamus Oxford Learner’s Pocket. Siapapun, bidang apapun, dimanapun, kapanpun, pasti selalu memiliki pengertian ‘LOVE’-nya masing-masing. Biasanya pengertiannya tersebut lahir dari pengalaman pribadi, dengan begitu, kamu dapat setuju atau tidak dengannya.

            Seorang guru semasa saya sekolah sedang mengajar di kelas saya dan bertanya kepada kelas saya, “Menurut kamu cinta itu apa?”

            Jawaban kelas saya serupa dengan apa yang tertulis di kamus Oxford. Namun, guru saya mengatakan bahwa cinta itu adalah kesedihan. Alasan guru saya adalah ketika kamu mencintai seseorang, kamu akan banyak mendapatkan kesedihan dari orang yang kamu paling cintai. Semakin kamu mencintainya, semakin dalam lukanya. Kurang lebih itu penjelasan yang tersisa dari ingatan Jara.

            Guru saya mengibaratkan cinta dengan kehilangan. Sama-sama perasaan yang mendalam terhadap seseorang maupun sesuatu yang berasal dari sebuah kasih sayang. Contoh yang diberikan adalah meninggal dunia.

            Pertanyaan saat itu sangat filosofis sehingga Jara pun tidak mampu memahami apa maksudnya dan konteksnya seperti apa.

            Namun, bagi Jara, itu hanyalah sebuah pola pikir yang sangat subjektif. Jika pada akhirnya, orang yang paling kita cintai adalah beban hati dan otak yang paling berat, mengapa cinta itu perlu ada jika hanya menjadi sebuah beban yang dapat dikatakan pada akhirnya toh akan tidak kekal juga?

            Aku jadi ingat bagaimana Ten WAYV berkata pada sebuah interview di sebuah channel YouTube. Ten berkata bahwa bentuk cinta itu begitu banyak.

            Jara tidak ingin mengurung sebuah kata dengan satu atau sejumlah pandangan saja. Kita semua mengeksplorasikan sebuah kata apapun dengan gaya dan pengalaman yang berbeda dan nantinya akan menghasilkan jawaban yang berbeda juga.

            Bisa jadi sama beberapa persen, setengah, ataupun sepenuhnya sama. Alasan samanya adalah tidak jauh dari persamaan pengalaman ww.

***

            Lembaran kali ini tidak akan mendeskripsikan judul dengan begitu dalam. Namun Jara hanya ingin supaya para pembaca memiliki makna ‘LOVE’ masing-masing dengan kesadaran sendiri. Jangan menyimpulkannya dengan tergesa-gesa, hanya karena perasaanmu pernah dipatahkan atau kamu pernah sangat dikecewakan keluarga dan pihak lainnya sehingga kamu berkata “cinta itu gangguan kejiwaan.” Atau tiba-tiba kamu menyetujui pendapat Albert Einstein, “Orang yang jatuh cinta itu IQ-nya hampir menyentuh angka nol.”

            Sadar gak sih? Apa yang terlihat pedih dan perih dalam sebuah kasih sayang itu ada maksud yang paling mengharukan di dalamnya. Seperti ketika kamu pulang jam 10 malam lewat, keluargamu meneleponmu lebih dari 3 kali. Kamu harus segera pulang tetapi kamu masih ingin bertemu teman-temanmu. Kamu yang arogan saat itu akan menolaknya dan menganggap perintah itu adalah sebuah batasan yang kolot.

            Kamu tidak akan pernah merasakan jenis kasih sayang seperti itu sampai kamu merasakannya sendiri di posisi yang sama.

            Banyak kasih sayang yang begitu menyakitkan tetapi kita missing (tidak tahu) apa arti di belakangnya. Bentuk kasih sayang seperti itu pun juga cinta.

            Namun ada cinta yang tidak bisa dikategorikan cinta secara benar menurutku. Jika cinta itu menyalahi hak dan kewajiban seseorang. Misalnya karena saking cintanya kamu dengan suatu kegiatan sampai kamu melupakan hak dan kewajiban kamu atas tubuhmu. Kamu harus makan, istirahat, dan pergi mandi.

            Kata Jalaluddin Rumi benar, “Aku bisa menjelaskan cinta itu apa. Namun ketika cinta tersebut hinggap ke dalam diriku, aku tidak dapat berkata apapun.”

            Kita semua dapat berubah karena sebuah cinta. Entah cintanya dalam bentuk apapun, entah kita berubahnya dalam karakter apapun. Ketika cinta yang diberikan fanatik, maka karakter kita akan semakin anarkis. Ketika hidup di dalam cinta yang berupa hal-hal menyedihkan, maka kita pun akan selalu menyebutkan kepergiaan orang terkasih adalah kesedihan.

            Ketika kita memandang cinta adalah bentuk yang kompleks, maka karakter yang tertanam adalah cinta yang tidak dapat diuraikan rumus dan kata-kata. Daripada memusingkan apa itu cinta ww. Lebih baik jika kamu merasakannya sendiri dengan cara yang paling manusiawi. Kamu akan menemukannya ketika kamu melakukannya bukan memikirkannya saja.

 

Selamat memeluk versi arti cintamu sendiri!

“Jangan lupa untuk komen dan bagikan tulisan ini ke teman-temanmu ya jika menurut kamu tulisan ini sangat inspiratif dan membantu!”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah