8 OF 365 IN 2023 - ONEROUS | Nur Afiah Zahrah

ONEROUS

(Adjective)

1 Needing effort; 2 Difficult.

(8 of 365 in 2023)

Nur Afiah Zahrah

 

***

 

Selamat Kamu Sudah Membaca Lebih dari 7 Lembaran 365 Hari Bercerita

Maaf yaa, hari ini jadi numpuk banget upload 4 lembar dalam satu hari.

Semoga tulisan Jara hari ini mudah dipahami ya.

--------------

(Kata sifat)

1 Membutuhkan usaha.

2 Sulit.

***

            Percaya atau enggak privillege itu ada. Sekecil kamu tinggal di kota besar, itu adalah privillege. Kamu lulusan kampus ternama, itu privillege. Kamu punya kejelasan karier pun, itu juga privillege. Namun, teman-teman perlu tahu siapapun yang mendapatkan banyak atau sedikit privillege juga punya beban yang berbeda. Sama-sama membutuhkan usaha. Sama-sama memperoleh kesulitan.

            Misalnya, untuk anak orang kaya tajir melintir yang mewariskan bisnis orangtua atau dinastinya, tentu itu privillege banget. Namun bebannya juga berat. Pertama, anak tersebut harus setara kemampuan, pola pikir, dan mentalnya dengan orangtua atau keluarga yang lainnya dalam mempertahankan bisnis. Kedua, biasanya mempertahankan itu lebih sulit daripada membangun atau mendirikan. Ketiga, punya beban ekspektasi yang besar supaya kepemimpinan anak tersebut sama jayanya atau lebih jaya dari kepemimpinan bisnis sebelumnya dari orang-orang terdekatnya.

            Kemudian untuk sudut pandang seorang anak yang tidak punya garis keturunan bisnis tetapi bertekad keras untuk mendirikan bisnis. Bebannya juga berat, karena seperti single fighter (pejuang solo). Pertama, anak tersebut harus punya rekan dan rencana bisnis yang strategis untuk memicu pertumbuhan bisnisnya. Kedua, tidak ada jejak bisnis artinya membuat dan mencari sendiri jalan dan solusi ke depannya dengan cara berjejaring dengan banyak pebisnis. Ketiga, dihantui kebangkrutan atau kegagalan karena menjadi pengalaman pertama dalam sebuah garis keturunan keluarga non pebisnis.

            Keduanya membutuhkan kerja keras meskipun di lingkungan yang berbeda. Anak pebisnis di dalam keluarga pebisnis memiliki beban yang tidak sama dengan anak pebisnis di dalam keluarga non pebisnis. Ada dan tidaknya support system akan mempengaruhi laju dan kecepatan dalam berproses. Maka dari itu, salah satu untuk mempercepatnya adalah berpindah dan bertekad untuk sama dengan lingkungan yang dituju.

            Jika tidak memiliki keluarga pebisnis, cobalah untuk mencari bantuan dari dinas setempat untuk membantu kekurangan bisnis kamu. Jara hanya mengambil contoh dari bisnis ya. Kamu bisa terapkan blog ini dengan kasus yang berbeda dan dengan pola cerita yang sama.

            Misalnya dengan pendidikan. Anak yang memiliki jejak keluarga yang berpendidikan tinggi akan mudah untuk memiliki akses pendidikan yang lebih tinggi atau sama tingginya dengan keluarganya. Anak yang tidak memiliki jejak keluarga yang non berpendidikan tinggi akan sulit untuk memiliki akses pendidikan yang lebih tinggi. Tidak sulit, hanya saja butuh usaha yang lebih keras daripada anak di dalam keluarga berpendidikan. Dan seterusnya, dan seterusnya.

***

            Apapun, siapapun, kapanpun, dan bagaimanapun keadaan seseorang, semua orang tidak luput dari kerja keras dan kerja cerdas, baik itu yang high privillege, middle privillege, maupun low privillege meskipun dengan garis awal (start) yang berbeda. Tetapi yang membedakan seseorang itu mencapai garis akhir (finish) bukanlah privillege tetapi dari dalam dirinya.

            Seperti dongeng kelinci dan kura-kura yang lomba lari dan akhirnya pemenangnya adalah kura-kura. Begitu juga dengan privillege. Kelinci itu ibarat seseorang yang high privillege jika ditempatkan pada perlombaan lari, sedangkan kura-kura adalah hewan yang low privillege pada perlombaan lari. Keduanya lahir dengan kondisi alam yang berbeda sehingga mempengaruhi morfologi dan adaptasi terhadap lingkungan untuk bertahan hidup.

            Kura-kura di dalam dongeng tersebut hanya peduli pada satu titik dan terus konsisten menuju garis akhir dengan kecepatan yang dia sanggupi. Kelinci yang menyepelekan lawannya akan mudah terdistraksi dengan gangguan yang ada dan merasa jemawa. Kemenangan bisa dimiliki oleh siapapun, tetapi kekalahan dimiliki oleh orang-orang dengan ciri-ciri tertentu, begitu kata Jara.

 

Selamat Menanamkan Kepercayaan Diri!

“Jangan lupa untuk komen dan bagikan tulisan ini ke teman-temanmu ya jika menurut kamu tulisan ini sangat inspiratif dan membantu!”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK THEME : REVIEW BUKU

Lirik Lagu Lead - Upturn [ROM/KAN/ENG/INA SUB]

1 OF 365 IN 2023 - LOOK AT MY LIFE FROM TWO LENSES | Nur Afiah Zahrah